Terdengar jeritan hati menginginkan kedamaian,
Namun asap kebencian menutupi itu semua.
Sebercak darah menghiasi kejadian itu,
Tidak dapat menyampaikan pesan hati pada dunia.
Tetesan air mata dan senyuman menjadi kesatuan dalam doa sebelum mata tertutup. Langit menjadi saksi dan bumi adalah palsu.
Disini, kami yang hidup memerlukan cinta.
Cinta yang terjalin pada bagian atas dan bawah.
Cinta merangkul yang kecil.
Cinta akan kedamaian.
Kami yang hidup menginginkan kesudahan atas kepuasan yang tak terbatas, yang kian menutupi cahaya dalam ruang dimensi.
Dengan kekuasaanmu, kau membabat habis kami tanpa ampun, tanpa jeda dan tanpa belas kasih.
Kami lemah dan tangan kosong.
Kami yang hidup hanya bisa bungkam, tersungkur dan menyaksikan.
skip to main |
skip to sidebar
Minggu, 05 Januari 2020
Popular Posts
-
Hidupku warna-warni. Hari-hariku mengandung makna. Orang-orangku begitu unik. Datang dan pergi membawa kesan dan pesan, baik tersirat maup...
-
hollaaaa everyone. long time no see, setelah sekian lama gak buka blog ini, akhirnya saya hadir lagi wkwkwk Udah berapa tahun saya gak buk...
-
Helloooo... Long time not see ya ^_^ Udh 3-4bulan yah aku gabuka2 blog ini lagi :D Cukup pembukaan, hari ini aku UTS Aku lg pusing bngt ...
-
Hai, namaku anak. Aku anugerah terindah sebagai buah cinta dua insan yang dipersatukan. Aku adalah amanah dari Sang Ilahi untuk mereka did...
-
Aku mencari jati diri. Aku berkelana menimba ilmu. Aku berkaca diri, bahwa hidupku terlalu datar. 'ku sadari hidup kian lama kian sur...
Blogger templates
Copyright ©
Anything. Design by WPThemes Expert
0 komentar:
Posting Komentar