Sabtu, 08 Desember 2018

Tak cukup satu buku

Hidupku warna-warni.
Hari-hariku mengandung makna.
Orang-orangku begitu unik. Datang dan pergi membawa kesan dan pesan, baik tersirat maupun tersurat.

Sepenggal kisah kutorehkan pada secarik kertas dan pena, terkadang berkutat pada layar dan ditemani segelas susu. Menguntai setiap huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, paragraf menjadi sebuah bab, beberapa bab 'ku satukan dalam buku.
Tapi....
Aku merasa satu buku tak cukup untuk menuangkan kisah hidupku disana. Aku perlu beberapa buku 'tuk dijadikan saksi.

Akan tetapi, aku bingung...

Jika aku ingin membukukan kisah hidupku yang warna-warni, sampai mana kata 'tamat' bisa 'ku pakai?

0 komentar:

Posting Komentar