Selasa, 21 Januari 2020

Sekali saja

"Lihat! Senyum merekah tampak jelas di raut wajahmu yang indah itu. Ah, ku yakin kamu selalu seperti itu.",
"Kamu hebat dan selalu saja berhasil. Tak heran banyak yang menyukaimu"
"Kau selalu beruntung dan tetap terjaga. Jadi dirimu pasti menyenangkan."

Tidak, ini salah.
Apa yang tampak dari luar tak selamanya menggambarkan dirimu.
Kamu ... Pemeran yang hebat ya(?)

Kali ini kukatakan padamu untuk,
"Keluarlah kamu, sekali saja!"
Aku ingin kamu keluar dan menunjukkan dirimu tak harus seperti apa yang mereka pinta.
Aku ingin kamu membentangkan sayap-sayap cantikmu didepan mereka.
Setiap helai sayapmu janganlah kau tutupi lagi.
Luka yang kau sembunyikan biarlah menjadi kuatmu untuk terbang bebas, sekali saja.
Keluarlah kamu dari tembok-tembok penghalang itu sekarang juga.
Keluarlah, lihatlah langit biru polos itu dengan seksama.
Ia tak selamanya berada pada posisinya, sesekali ia lemah tak berdaya dan menangis.
Kaupun begitu, kaupun sama.

Kamu, tolonglah.... Sekali saja.

Minggu, 05 Januari 2020

Namaku Anak

Hai, namaku anak.
Aku anugerah terindah sebagai buah cinta dua insan yang dipersatukan.
Aku adalah amanah dari Sang Ilahi untuk mereka didik
Aku adalah gerbang yang mampu membawa mereka dalam keindahan atau keburukan, sebagaimana mereka mendidikku.
Meski begitu, mereka tak sepenuhnya menjadi alasan.

Disaat kedatanganku, tangis haru meluap menyambut awal kisahku dimulai.
Aku adalah buku kosong tanpa coretan.
Aku adalah tiap-tiap lembaran kosong yang hari-harinya akan penuh pena.

Mulanya, mereka yang akan mencoret tiap lembaranku.
Sampai pada akhirnya, aku mampu memberi tinta pada lembaranku sendiri.
Pada titik itu, aku bukan lagi sosok yang berjari mungil nan menggemaskan.
Aku... Sudah mampu melihat arah dan menapaki jalan yang akan dituju.

Kelak, aku akan lepas dan berpindah tangan dari penjagaku.
Kendati begitu, manakah yang dahulu akan menjemputku...

Kekasih impian atau kematian?

Say Yes to Peace

Terdengar jeritan hati menginginkan kedamaian,
Namun asap kebencian menutupi itu semua.
Sebercak darah menghiasi kejadian itu,
Tidak dapat menyampaikan pesan hati pada dunia.
Tetesan air mata dan senyuman menjadi kesatuan dalam doa sebelum mata tertutup. Langit menjadi saksi dan bumi adalah palsu.
Disini, kami yang hidup memerlukan cinta.
Cinta yang terjalin pada bagian atas dan bawah.
Cinta merangkul yang kecil.
Cinta akan kedamaian.
Kami yang hidup menginginkan kesudahan atas kepuasan yang tak terbatas, yang kian menutupi cahaya dalam ruang dimensi.
Dengan kekuasaanmu, kau membabat habis kami tanpa ampun, tanpa jeda dan tanpa belas kasih.
Kami lemah dan tangan kosong.
Kami yang hidup hanya bisa bungkam, tersungkur dan menyaksikan.