Minggu, 05 Januari 2020

Namaku Anak

Hai, namaku anak.
Aku anugerah terindah sebagai buah cinta dua insan yang dipersatukan.
Aku adalah amanah dari Sang Ilahi untuk mereka didik
Aku adalah gerbang yang mampu membawa mereka dalam keindahan atau keburukan, sebagaimana mereka mendidikku.
Meski begitu, mereka tak sepenuhnya menjadi alasan.

Disaat kedatanganku, tangis haru meluap menyambut awal kisahku dimulai.
Aku adalah buku kosong tanpa coretan.
Aku adalah tiap-tiap lembaran kosong yang hari-harinya akan penuh pena.

Mulanya, mereka yang akan mencoret tiap lembaranku.
Sampai pada akhirnya, aku mampu memberi tinta pada lembaranku sendiri.
Pada titik itu, aku bukan lagi sosok yang berjari mungil nan menggemaskan.
Aku... Sudah mampu melihat arah dan menapaki jalan yang akan dituju.

Kelak, aku akan lepas dan berpindah tangan dari penjagaku.
Kendati begitu, manakah yang dahulu akan menjemputku...

Kekasih impian atau kematian?

0 komentar:

Posting Komentar