Sabtu, 08 Desember 2018

Tak cukup satu buku

Hidupku warna-warni.
Hari-hariku mengandung makna.
Orang-orangku begitu unik. Datang dan pergi membawa kesan dan pesan, baik tersirat maupun tersurat.

Sepenggal kisah kutorehkan pada secarik kertas dan pena, terkadang berkutat pada layar dan ditemani segelas susu. Menguntai setiap huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, paragraf menjadi sebuah bab, beberapa bab 'ku satukan dalam buku.
Tapi....
Aku merasa satu buku tak cukup untuk menuangkan kisah hidupku disana. Aku perlu beberapa buku 'tuk dijadikan saksi.

Akan tetapi, aku bingung...

Jika aku ingin membukukan kisah hidupku yang warna-warni, sampai mana kata 'tamat' bisa 'ku pakai?

Aku dan 19 tahun

Aku mencari jati diri.
Aku berkelana menimba ilmu.
Aku berkaca diri, bahwa hidupku terlalu datar.
'ku sadari hidup kian lama kian suram, bukan karena komitmenku, namun karena aktivitasku.
'ku mencoba 'tuk kembali bangkit, meneguhkan prinsip diatas segalanya. Mencari jati diri siapa aku. Mencari jawaban atas apa yang aku pertanyakan.
Kesana kemari ku mencari jawaban, lambat laun aku mulai resah.
Kataku dalam hati, "Ini tidak ada yang beres."
Emosiku meluap, aku gelisah, aku marah, aku berteriak dalam diri...

Siapa aku? Darimana aku? Mengapa aku terlahir ke dunia ini? Untuk apa aku hidup? Mengapa lingkunganku seperti ini? Mengapa hati tak pernah tenang?

Pada akhirnya, 'ku mencoba hal baru yang tak pernah terbayangkan olehku 'tuk mencobanya.
"Kenapa seindah ini?", hati ini begitu tenang ketika aku membaca kisah mereka yang sudah 'tampil beda'. Sungguh, lambat laun... Aku semakin terpesona pada hal ini.

Tenang, damai, sederhana, indah. Ya, semua itu ada pada hal ini!

Terpesona akan perintah dan larangan-Nya membuat ku semakin yakin akan jalan yang akan ku tapaki. Aku memastikan diri bahwa aku mantap atas hal ini.

Ya, aku mau, aku siap, aku terima.
Tatkala aku menapaki jalan yang baru, rasanya aku sudah siap dengan peralatan perang rohaniku.

Sungguh, beginikah rasanya jatuh cinta pada-Nya hingga aku merasa ringan 'tuk melangkah dan siap berperang?